BERITA

FORUM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN

14/12/2017 21 view

Kotapinang, 14 Desember 2017

Pelaksanaan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilaksanakan di aula hotel grand suma blok songo Kotapinang yang dibuka oleh Bupati Labuhanbatu Selatan dalam hal ini diwakilkan dengan Asisten Perekonomian dan Pembagunan yaitu Bapak Ir. Ralikul Rahman, MT dan serta dihadiri oleh Pimpinan Organisas Perangkat Daerah, Para Camat Se Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Pimpinan Perusahaan Perkebunan dan Perbankan se Kabupaten labuhanbatu Selatan.

Dalam arahan bapak Bupati Labuhanbatu Selatan yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembagunan yaitu Bapak Ir. Ralikul Rahman, MT menjelaskan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan suatu keseimbangan antara tujuan-tujuan ekonomi perusahaan, lingkungan alam, dan sosial kemasyarakatan dengan tetap merespon para pemegang saham (Shareholders) DAN pemangku kepentingan (stakeholders).

 Sesungguhnya substansi keberadaan Corporate Social Responsibility (CSR) adalah dalam rangka memperkuat keberlanjutan perusahan itu sendiri dengan cara membangun kerjasama antara Stakeholders yang difasilitasi perusahaan tersebut. oleh karena itu pengembangan Corporate Social Responsibility (CSR) harus mengacu pada konsep pembangunan yang berkelanjutan (Sustainability Development).

Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Sustainability merupakan pendekatan pembangunan yang didasarkan atas pertimbangan saling terkait dan saling tergantung antara beberapa elemen pembangunan yaitu : pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Terdapat tiga alasan penting mengapa dunia usaha harus merespon pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) : pertama, perusahaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat; kedua, perusahaan dan masyarakat seyogianya menjalani hubungan yang sifatnya simbiosis mutualisme, sehingga untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat sudah sewajarnya apabila perusahaan memberikan kontribusi positif kepada linkungan masyarakat guna menciptakan suatu harmonisasi; ketiga, Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menghindarkan terjadinya konflik sosial di masyarakat. Konflik itu bisa saja lahir dari dampak operasional perusahaan atau akibat kesenjangan struktural ekonomi yang muncul antara masyarakat denggan komponen perusahaan.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program CSR, tetapi perannya terbatas pada fungsi kontrol dalam pelaksanaan CSR tersebut. pemerintah daerah mengontrol dan mengawsi peran sosial perusahaan, kepedulian perusahaan akan lingkungan alam dan dampak negatif lainnya yang ditimbulkan dari kegiatan perusahaan tersebut. setelah melakukan kontrol, barulah pemerintah daerah memberikan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR)  dan memberikan sanksi tertentu kepada perusahaan yang tidak menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bila penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) telah dilakukan secara maksimal dan tercapai tujuannya, maka konflik yang sering muncul antara “pemerintah-masyarakat-perusahaan” akan dapat di eliminir, dimana konflik tersebut sering kali merugikan tidak hanya masyarakat tetapi merugikan semua pihak “pemerintah-masyarakat-perusahaan”, bahkan untuk kasus tertentu, perusahaan (terpaksa) harus menghentikan operasional perusahaannya.

 Kabupaten Labuhanbatu Selatan memiliki potensi untuk menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR), dimana komoditi unggulan yang dimiliki kabupaten labuhanbatu selatan yaitu sub sektor perkebunan. komoditi yang di unggulkan berupa kopi, kakao, kelapa sawit, kelapa dan karet. Oleh karenanya terdapat beberapa industri  menonjol yang bergerak dalam industri hulu yang mengelola hasil perkebunan, yaitu pabrik kelapa sawit (PKS) sebanyak 21 unit dan pabrik getah (Crumb Rubber) 1 unit. selain itu terdapat 600 perusahaan industri kecil atau rumah tangga.

 Begitupun, masih banyak kekayaan alam lain yang sangat potensial yang dimiliki kabupaten ini yang belum di kelolah pemerintah kabupaten secara optimal, seperti sektor kehutanan, perdagangan dan jasa koperasi, industri dan usaha kecil menengah hingga sektor pertambangan dan pariwisata. hal ini perlu digali dan dikembangkan untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan tentunya untuk meningkatkan kesejaheraan rakyatnya. Oleh karenanya, pemerintah diharapkan tanggap dalam membangun kerjasama yang harmonis dengan perusahaan yang ada di daerah agar proses penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat berjalan dengan lancar dan besarnya dapat maksimal. sebab seringkali besarnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) ini tidak diketahui oleh pemerintah daerah, begitupun sasaran pemberian dana tersebut. dengan terbangunnya hubungan yang harmonis ini nantinya diharapkan mampu untuk membangun sinergisitas dalam pembangunan daerah yang tepat sasaran.

Tujuan dari forum ini adalah Pembentukan Forum Koordinasi Pengelolaan Program Dan Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Labuhanbatu Selatan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Dalam Kegiatan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini di paparkan oleh narasumber dari Universitas Sumatera Utara yaitu Prof. Dr. Badaruddin, M.Si dan ProfErlina, M.Si, Ph.D, Ak (hq)