BERITA

SOSIALISASI HASIL KAJIAN TENTANG ANALISIS KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) PERTANIAN DALAM PELAKSANAAN BEST AGRICULTURAL PRACTICE UNTUK KOMODITI UNGGULAN DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN TA. 2017

04/10/2017 67 view

                                                   

Kotapinang, 4 oktober 2017

Pelaksanaan sosialisasi hasil kajian tentang analisis kualitas sumberdaya manusia (sdm) pertanian dalam pelaksanaan best agricultural practice untuk komoditi unggulan di kabupaten labuhanbatu selatan dilaksanakan di aula hotel grand suma blok songo Kotapinang yang dibuka oleh Bupati Labuhanbatu Selatan dalam hal ini diwakilkan dengan Asisten Perekenomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan Ir. Ralikul Rahman, MT, serta dihadiri oleh Sekretaris Bappeda dan Pimpinan Organisas Perangkat Daerah atau yang mewakili diantaranya Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kelompok Tani se Kabupaten labuhanbatu Selatan.

                                             

 Dalam arahan Bapak Bupati Labuhanbatu Selatan yang dibacakan oleh Asisten Perekenomian dan Pembangunan menjelaskan bahwa salah satu permasalahan mendasar di bidang pertanian, perikaanan, dan kehutanan adalah keterbatasan jumlah dan kualitas SDM bidang pertanian. permasalahan SDM ini tentu saja memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap munculnya permasalahan-permasalahan lain. begitu juga sebaliknya, jika permasalahan SDM ini dapat di atasi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas SDM dalam bidang pertanian maka permasalahan yang lain akan dapat di atasi dengan lebih baik.

 Saat ini sebagian besar sumberdaya manusia yang mendukung sektor pertanian masih rendah kualitasnya. sebagian besar petani memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah. hal ini menyebabkan kemampuan dalam menyerap informasi dan mengadopsi teknologi relatif sangat terbatas. rendahnya tingkat pendidikan tersebut juga berakibat pada rendahnya kemampuan petani dalam mengelola usahanya sehingga usahanya tidak dapat berkembang dengan baik dan rata-rata pendapatan menjadi rendah.

 Konsep komoditas unggulan merupakan sebuah pemikiran untuk menentukan komoditi yang memiliki posisi strategis yang di dasarkan pada kemampuan atau daya dukung di suatu wilayah. daya dukung atau kemampuan suatu wilayah tersebut antara lain kondisi tanah dan iklim, sosial ekonomi, kelembagaan, sarana dan prasarana, serta kondisi budaya di suatu wilayah tersebut.

 Keunggulan komperatif bagi suatu komoditi pada suatu daerah adalah  komoditi tersebut lebih baik/unggul secara relatif dengan komoditi lain di daerah tersebut. keunggulan komperatif adalah suatu kegiatan ekonomi yang secara perbandingan lebih menguntungkan dengan kegiatan ekonomi lain bagi pengembangan daerah.

 Kabupaten Labuhanbatu Selatan memiliki komoditas tanaman perkebunan yang terdiri dari kopi robusta, kakao, karet, kelapa sawit, kelapa, dan pinang. walaupun memiliki 6 komoditas tanaman perkebunan, komoditas kelapa sawit tetap menjadi komoditas unggulan. kelapa sawit berperan sebagai salah satu komoditas yang menopang kehidupan masyarakat sekitarnya. tidak bisa di pungkiri baik secara langsung maupun tidak langsung masyarakat setempat sangat tergantung pada tanaman ini.

 Best Agricultural Practices  atau biasa dikenal dengan Good Agricultural Practices (GAP) adalah salah satu sistem sertifikasi dalam praktek budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standart yang di tentukan. dengan menerapkan GAP yang memiliki standart operational procedur (SOP)  tentu di harapkan agar sistem budidaya yang di lakukan memberi banyak manfaat baik terhadap produk yang di hasilkan, pekerja yang mampu meminimalisir cemaran terhadap lingkungan sekitar.

 Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara kemampuan sumber daya manusia pertanian dengan pelaksanaan best agricultural practice  komoditi unggulan di kabupaten labuhanbatu selatan.

Dalam sosialisasi hasil kajian tentang analisis kualitas sumberdaya manusia (sdm) pertanian dalam pelaksanaan best agricultural practice untuk komoditi unggulan di kabupaten labuhanbatu selatan ini di paparkan oleh narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara yaitu ibu Ir. Tri Hesti Wahyuni, M.Sc dan bapak Hamdan, S.Pt, M.Si.(hq)