BERITA

SOSIALISASI HASIL KAJIAN TENTANG PENYUSUNAN MASTER PLAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN

15/11/2017 209 view

Kotapinang, 13 November 2017

Pelaksanaan Sosialisasi Hasil Kajian Tentang Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Agropolitan Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilaksanakan di aula hotel grand suma blok songo Kotapinang yang dibuka oleh Bupati Labuhanbatu Selatan dalam hal ini diwakilkan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan yaitu Bapak Zulkifli, S.Ip, MM dan didampingi Asisten Perekenomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan Ir. Ralikul Rahman, MT, serta dihadiri oleh Kepala Bappeda dan Pimpinan Organisas Perangkat Daerah atau yang mewakili diantaranya Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan diwakili oleh Sekretaris, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM dan Kelompok Tani se Kabupaten labuhanbatu Selatan.

                                                                         

Dalam arahan bapak Bupati Labuhanbatu Selatan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan menjelaskan bahwa pengembangan wilayah sering kali menghadapi masalah ketimpangan pembangunan antara kawasan perkotaan dengan kawasan pedesaan. ketimpangan terjadi akibat adanya proses backwash effect  sumber daya atau nilai tambah dari kawasan pedesaan ke kawasan perkotaan. Untuk kawasan pedesaan berciri kegiatan utama pertanian dalam arti luas mengalami kebocoran regional akibat hanya menghasilkan bahan baku mentah, sedangkan industri pengolahan dan produk akhir di lakukan di kawasan perkotaan atau pinggiran kota (sub urban). dengan demikian nilai tambah di nikmati oleh kawasan perkotaan atau pinggiran perkotaan sehingga terjadi kemiskinan di pedesaan.

Ketimpangan pembangunan antara kawasan perkotaan dan pedesaan yang menimbulkan kemiskinan di pedesaan telah mendorong upaya-upaya pembangunan di kawasan pedesaan. pengembangan kawasan agropolitan dapat di jadikan alternatif solusi dalam pengembangan kawasan pedesaan tanpa melupakan kawasan perkotaan. melalui pengembangan agropolitan, diharapkan menjadi interaksi yang kuat antara pusat kawasan agropolitan dengan wilayah produksi pertanian dalam sistem kawasan agropolitan.

 Kawasan agropolitan yang akan dikembangkan adalah merupakan bagian dari pengembangan wilayah nasional sehingga tidak bisa terlepas dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK). RTRW penting untuk dijadikan alat mengarahkan ketika mendelineasi wilayah pengembangan kawasan agropolitan sehingga terlaksana pengembangan ruang Nasional, Provinsi dan Kabupaten yang terpadu dan sistematis.

Agropolitan akan tumbuh dan berkembang apabila sistem dan usaha agribisnis berjalan sehingga mampu melayani dan mendorong kegiatan pembangunan pertanian di daerah. inti dari sistem agribisis adalah usaha agribisnis yang dilakukan oleh masyarakat terutama pertani dan pengusaha (Swasta dan BUMN) sebagai penyedia agroinput, pengelola hasil, pemasar hasil dan penyedia jasa pertanian. di dalam kawasan agropolitan, pembangunan pertanian dilakukan secara holistik dan terpadu mencangkup  usaha budidaya (on farm), penyedia sarana pertanian, agribisnis hilir (processing  dan pemasaran hasil pertanian) dan jasa-jasa pendukungnya. agropolitan dapat dikembangkan di wilayah kecamatan atau desa, pusat pertumbuhan ekonomi di pedesaan yang berfungsi mendorong pertumbuhan pembangunan pedesaan dan wilayah sekitarnya.

Kabupaten Labuhanbatu Selatan adalah salah satu kabupaten yang bertumpu pada produk pertanian khususnya produk perkebunan. dari kondisi eksisting menunjukkan bahwa pengembangan kawasan pedesaan didominasi oleh kawasan perkebunan dengan industri pengolahan perusahaan perkebunan besar yang lebih bersifat enclave. dengan demikian dalam pengembangan kawasan pedesaan terjadi ketimpangan pendapatan antara masyarakat dan buruh perkebunan dengan para pemilik modal dan pengusaha perkebunan.

Pengembangan kawasan pedesaan dengan pendekatan investasi besar seperti perusahaan perkebunan besar di Kabupaten Labuhanbatu Selatan memunculkan kantong-kantong kemiskinan. dengan demikian diperlukan penyusunan master plan pengembangan kawasan agrpolitan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai arahan dalam memanfaatkan secara maksimal potensi sumberdaya wilayah untuk pengembangan pertanian dalam mengatasi kantong-kantong kemiskinan tersebut.

Tujuan dari kajian ini adalah diharapkan pengembangan Kawasan Agropolitan Labuhanbatu Selatan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui sistem dan usaha agribisnis pertanian yang berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi.

                                                  

Dalam Sosialisasi Hasil Kajian Tentang Penyusunan Master Plan Pengembangan Kawasan Agropolitan Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini di paparkan oleh narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor yaitu Bapak Dr. Yonvitner, S.Pi, M.Si dan Amril Syahptra M.Si(hq)